UNKLAB Dampingi Pertemuan Student Program Edu-Tourism 2026 Bersama Wali Kota Tomohon

UNKLAB dampingi pertemuan student program Edu-Tourism 2026 dengan Wali Kota Tomohon
UNKLAB dampingi pertemuan student program Edu-Tourism 2026 dengan Wali Kota Tomohon

UNKLAB dampingi pertemuan student program Edu-Tourism 2026 dengan Wali Kota Tomohon sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas negara antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, diaspora, dan jejaring kepemudaan internasional. Program ini diikuti oleh mahasiswa asal Australia yang datang melalui skema Edu-Tourism 2026 dan didampingi langsung oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Klabat, di bawah koordinasi Dekan FEB UNKLAB bersama sejumlah dosen pendamping, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran internasional berbasis pengalaman.

Program Edu-Tourism 2026 diinisiasi oleh FEB Universitas Klabat bekerja sama dengan Manly Manado Society Inc. Sydney dan Australia Indonesia Youth Association (AIYA) Chapter New South Wales, dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Tomohon. Kolaborasi ini menghadirkan mahasiswa internasional untuk terlibat langsung dalam pembelajaran lintas budaya, dialog kebijakan, serta eksplorasi potensi ekonomi dan pariwisata lokal Sulawesi Utara.

Dalam audiensi resmi bersama Pemerintah Kota Tomohon, Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, S.H. menyambut positif kehadiran mahasiswa internasional dan seluruh mitra program. Ia menegaskan bahwa edu-tourism bukan sekadar kunjungan wisata edukatif, melainkan instrumen strategis untuk diplomasi kota, promosi potensi daerah, serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan.

“Kehadiran mahasiswa internasional membuka ruang pertukaran gagasan, memperluas jejaring global, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kota Tomohon berkomitmen mengembangkan pariwisata edukatif sebagai wajah baru destinasi Tomohon,” ujar Wali Kota.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Judhistira Siwu, S.E., M.Si., yang memfasilitasi rangkaian agenda pembelajaran lapangan sebagai bagian integral dari Program Edu-Tourism 2026.

Peran Diaspora dan Jejaring Internasional

Peran diaspora menjadi fondasi strategis dalam keberlanjutan program ini. Keynes Boy Lengkong, tokoh diaspora Sulawesi Utara dari Manly Manado Society Inc. Sydney, menekankan bahwa Edu-Tourism 2026 merupakan investasi jangka panjang dalam membangun jejaring global, kepemimpinan muda, serta kolaborasi pendidikan dan kewirausahaan Indonesia–Australia.

Pandangan tersebut sejalan dengan Alexandra Lyons, Presiden AIYA NSW, yang melihat program ini sebagai ruang pembentukan pemimpin muda berwawasan regional dan global. Menurutnya, Edu-Tourism Tomohon memberi pengalaman belajar kontekstual yang relevan dengan tantangan masa depan, mulai dari keberlanjutan lingkungan hingga pengembangan ekonomi lokal.

UNKLAB Dampingi Pertemuan Student Program Edu-Tourism 2026 sebagai Model Experiential Learning

Dari sisi akademik, Dr. Elvis Sumanti, MFM., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNKLAB, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai experiential learning ecosystem yang mengintegrasikan riset mini, interaksi langsung dengan pemerintah daerah, eksplorasi UMKM, hingga pembelajaran keberlanjutan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa asal Australia didampingi secara langsung oleh Dekan dan sejumlah dosen FEB UNKLAB, sehingga proses pembelajaran berlangsung terstruktur dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mempelajari dinamika sosial, ekonomi, dan pariwisata Sulawesi Utara, tetapi juga berkontribusi aktif melalui dialog kebijakan, praktik kewirausahaan, serta pembangunan jejaring kolaborasi masa depan.

Pendampingan aktif dari pimpinan fakultas dan dosen FEB UNKLAB memperkuat peran kampus tidak hanya sebagai fasilitator akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan diaspora dalam membangun model pendidikan internasional yang aplikatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat lokal.

Rangkaian Kegiatan Edu-Tourism 2026

Rangkaian agenda Edu-Tourism 2026 mencakup audiensi resmi dengan Pemerintah Kota Tomohon, eksplorasi industri gula aren berbasis energi panas bumi, studi ekosistem Danau Linow, interaksi dengan pengrajin rumah panggung Woloan, hingga sesi coffee talk bersama komunitas muda dan pelaku UMKM. Seluruh kegiatan dirancang untuk memberi nilai tambah nyata sehingga setiap agenda tidak hanya bersifat kunjungan lapangan, tetapi menjadi bagian dari proses refleksi akademik, diskusi lintas budaya, dan pembelajaran terapan.

Program ini juga membuka peluang transfer pengetahuan, jejaring bisnis lintas negara, serta promosi produk lokal ke komunitas global. Bagi perguruan tinggi, Edu-Tourism 2026 memperkuat internasionalisasi, relevansi kurikulum, dan reputasi institusi.

Pendidikan sebagai Soft Diplomacy

Melalui kolaborasi ini, UNKLAB dampingi pertemuan student program Edu-Tourism 2026 dengan Wali Kota Tomohon menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan berfungsi sebagai soft diplomacy. Program ini menghubungkan generasi muda, mendorong inovasi lokal, serta membangun masa depan kolaboratif antara Indonesia dan Australia melalui pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan.

Baca Berita sebelumnya:

Chapel FEB UNKLAB 2026: Sarana Pengembangan Karakter dan Wawasan Global Mahasiswa