Pelayanan VOCS Choir UNKLAB dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat menghadirkan rangkaian kegiatan ibadah, konser rohani, dan seminar edukatif dalam pertemuan pemuda di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Firdaus Batulubang, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kegiatan ini memadukan pelayanan spiritual dengan pendekatan akademik, sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam komunitas gereja.
Program Pelayanan VOCS Choir UNKLAB ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dan dosen dalam pelayanan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan musik rohani, kegiatan ini juga membawa nilai edukatif yang mempertemukan iman, teknologi, dan pengembangan karakter generasi muda.
Peran Akademisi dalam Pelayanan VOCS Choir UNKLAB
Program Pelayanan VOCS Choir UNKLAB dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Stenly Richard Pungus, PhD, dengan dukungan sponsor Wilsen Grivin Mokodaser, M.Kom, serta partisipasi sejumlah dosen UNKLAB, termasuk Debby Erce Sondakh, PhD, Regi Najoan, M.Kom, George Tangka, MBA, dan Rolly Lontaan, M.Kom.
Kehadiran para akademisi memberikan dimensi baru dalam Pelayanan VOCS Choir UNKLAB. Para dosen tidak hanya terlibat dalam kegiatan ibadah, tetapi juga memberikan pendekatan edukatif melalui seminar singkat yang menghubungkan nilai spiritual dengan pendidikan, teknologi, serta pengembangan karakter mahasiswa dan pemuda gereja.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelayanan gereja dapat berjalan seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya diperkuat secara rohani, tetapi juga didorong untuk berkembang secara intelektual dan sosial.
Pesan Spiritual dalam Ibadah Sabat
Dalam ibadah Sabat, Pungus menekankan pentingnya umat Kristen untuk tetap relevan dan berdampak di tengah masyarakat. Ia mengajak jemaat, khususnya kaum muda, untuk “bersinar, menuntun orang kepada Kristus, dan menjadi teladan di mana pun berada,” sebagai bagian dari panggilan iman di era modern.
Pesan ini menjadi inti dari Pelayanan VOCS Choir UNKLAB, yang bertujuan tidak hanya menghibur melalui musik rohani, tetapi juga membangun kesadaran spiritual yang kuat bagi generasi muda. Ibadah Sabat menjadi momen refleksi sekaligus penguatan iman bagi seluruh peserta yang hadir.
Selain itu, kegiatan ibadah juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, baik dalam pelayanan musik, doa, maupun kesaksian iman.
Konser Rohani VOCS yang Menguatkan Iman
Rangkaian kegiatan pemuda Advent juga menampilkan konser rohani VOCS yang disambut antusias oleh jemaat. Musik dan kesaksian menjadi sarana membangun semangat kebersamaan serta memperkuat identitas iman generasi muda di tengah perubahan sosial yang cepat.
Konser dalam Pelayanan VOCS Choir UNKLAB menghadirkan lagu-lagu rohani yang disusun secara harmonis, menyentuh emosi, dan menginspirasi jemaat untuk lebih dekat kepada Tuhan. Penampilan ini sekaligus menunjukkan kualitas musikalitas mahasiswa FILKOM UNKLAB dalam melayani melalui talenta mereka.
Dampak Pelayanan VOCS Choir UNKLAB bagi Generasi Muda
Pelayanan VOCS Choir UNKLAB memberikan dampak positif yang signifikan bagi generasi muda gereja. Selain memperkuat iman, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan pelayanan dan pengembangan diri.
Generasi muda didorong untuk memanfaatkan teknologi secara positif, memperluas wawasan, serta membangun karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai spiritual. Hal ini menjadi penting di era digital yang menuntut keseimbangan antara perkembangan teknologi dan kedewasaan iman.
Komitmen Pelayanan Berkelanjutan
Ke depan, Pelayanan VOCS Choir UNKLAB diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Program seperti ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan rohani dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Komputer UNKLAB menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai spiritual dan sosial mahasiswa. Pelayanan VOCS Choir UNKLAB menjadi contoh nyata bagaimana teknologi, iman, dan musik dapat berjalan bersama dalam membangun generasi masa depan.
Baca Berita Sebelumnya: