Langkah strategis 2026 penandatanganan MoA Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan, khususnya dalam rangka pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Klabat (UNKLAB).
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, bertempat di Ruang Konferensi Gedung Administrasi Universitas Klabat (Conference Room), dengan dihadiri oleh pimpinan universitas serta jajaran manajemen RSUD Maria Walanda Maramis.
Rangkaian Acara Penandatanganan MoA
Dalam rangka langkah strategis 2026 penandatanganan MoA Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis, acara diawali dengan pembukaan oleh MC Lovimaci J. Kawuwung, S.Pd., M.M.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian doa pembuka yang dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Ronny H. Walean, MBA, PhD.
Selanjutnya sambutan oleh Rektor Universitas Klabat, Prof. Danny I. Rantung, MBA, PhD, dalam sambutannya menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai bagian dari visi strategis pengembangan Fakultas Kedokteran.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan Mars UNKLAB yang semakin memperkuat semangat kebersamaan dan identitas institusi.
Sambutan dan Penandatanganan MoA
Pada momen langkah strategis 2026 penandatanganan MoA Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis, Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, dr. Alain Vincent Beyah, turut memberikan sambutan yang menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama ini.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Nota Perjanjian/Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis sebagai simbol resmi dimulainya kolaborasi kedua institusi.
Sebagai bentuk apresiasi, dari pihak Universitas Klabat menyerahkan cendera mata kepada pihak RSUD, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Acara ditutup dengan doa oleh Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Brain Kaparang, S.E., M.M.
Perwakilan yang Hadir
Dalam kegiatan langkah strategis 2026 penandatanganan MoA Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis, hadir perwakilan dari kedua institusi:
Universitas Klabat:
- Prof. Danny I. Rantung, MBA, PhD – Rektor Universitas Klabat
- Prof. Ronny H. Walean, MBA, PhD – Wakil Rektor I Bidang Akademik
- Brain Kaparang, S.E., M.M. – Wakil Rektor II Bidang Keuangan
- Tim Pembukaan Fakultas Kedokteran
RSUD Maria Walanda Maramis:
- dr. Alain Vincent Beyah – Direktur RSUD Maria Walanda Maramis
- dr. Anthonius Tumbol, M.Kes – Kabid Layanan Medis dan Keperawatan
- dr. Andrea Putra Ramoh, M.Kes – Kasie Pelayanan Medis
- Yunita Wagiu, A.Md., Kep – Kasie Keperawatan
- Ns. Marlen Rondonuwu, S.Kep – Kasubag Umum dan Kepegawaian
- Fernando Wales, S.H. – Bagian Hukum
- Brenda Iin, SKM., MM – Promkes
- Feiby Umboh, S.Kes., M.Kes – Staf Administrasi
Melalui langkah strategis 2026 penandatanganan MoA Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis, kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pembukaan Fakultas Kedokteran sekaligus pengembangan RSUD Maria Walanda Maramis sebagai rumah sakit pendidikan.
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUD Maria Walanda Maramis akan menjadi wahana utama bagi mahasiswa kedokteran dalam menjalani praktik klinis, pendidikan profesi, serta pengembangan kompetensi di bidang pelayanan kesehatan.
Kolaborasi ini memungkinkan integrasi antara teori akademik dan praktik langsung di lapangan, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang profesional dan terstandar.
Selain itu, kerja sama ini juga mendorong peningkatan kualitas layanan rumah sakit melalui kontribusi akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen Bersama untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan
Melalui langkah strategis 2026 penandatanganan MoA Universitas Klabat dan RSUD Maria Walanda Maramis, kedua institusi menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Kehadiran RSUD Maria Walanda Maramis sebagai rumah sakit pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lulusan dokter yang kompeten, beretika, dan siap melayani masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya bagi mahasiswa dan tenaga medis, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berkelanjutan.
Baca Berita sebelumnya: